Jumat, 26 April 2013

Berusaha Dan Berdoa Dalam Setiap Penderitaan



Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan dapat pula berupa energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Sebab-sebab timbulnya penderitaan karena perbuatan buruk manusia tersebut dan bisa jadi penderitaan tersebut timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan.
Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam diri kita. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
Banyak orang sukses yang dahulunya sering mengalami penderitaan seperti ini tetapi mereka bisa memecahkan penderitaan tersebut menjadi suatu kebahagiaan dan hal itulah sesungguhnya yang harus dicari dari adanya penderitaan. Ketika kita sedang mengalami penderitaan janganlah kita mengeluh tetapi selalulah berusaha untuk keluar dari penderitaan tersebut, selalu bersyukurlah dan nikmatilah apa yang sudah kita miliki saat ini, masih banyak orang lain yang lebih menderita dari pada kita. Hadapilah penderitaan itu bukan untuk di hindari, karena penderitaan adalah praktek hidup.
Semua orang pasti pernah merasakan apa itu penderitaan, tidak ada orang yang tidak pernah merasakan penderitaan, semua orang pasti pernah merasakan penderitaan itu. Jika kita sedang dalam penderitaan, aggap saja kita sedang ujian sekolah untuk naik ke kelas berikutnya.
Setiap penderitaan pasti tidak mengenakkan dan tentu saja menyakitkan. Tetapi di balik itu semua selalu ada hikmah yang bisa kita petik. Penderitaan tersebut bisa karena luka fisik, psikologis, atau kehilangan materi.
Banyak orang yang merasa habis masa depannya ketika tragedi besar dialaminya. Ternyata dengan sikap positif, mereka yang jauh lebih menderita, mengalami tragedi lebih parah, bisa memiliki masa depan lebih baik karena tak mau mengalah pada keadaan. Penderitaan yang dialaminya justru menjadi pemicu untuk bangkit dan meniti jalan sukses, agar hidupnya tak bergantung pada orang lain.
Sebagai contoh pada kisah Thomas Alva Edison yang bersikap positif saat menghadapi kebakaran laboratorium penelitiannya. Saat itu usia Edison sudah 67 tahun. Anaknya yang bernama Charles, khawatir ayahnya akan depresi menghadapi kejadian itu. Namun Edison justru meminta Charles memanggil ibunya dan teman-temannya. "Cepat panggil mereka, karena peristiwa ini tak akan terulang," kata Edison.
Setelah kebakaran usai Edison malah terlelap di meja dengan berselimut jaket. Ia tidak menderita. Besoknya, ia mengatakan pada anaknya, bahwa kebakaran itu mendatangkan kesempatan baginya untuk membangun laboratorium.
Dari contoh yang dapat saya petik bahwa belajar menjadi pribadi yang sabar dalam menghadapi sesuatu dan bisa berfikir jernih dalam menghadapi semuanya, dan memicu kita atau berusaha dengan giat untuk membangun laboratorium tersebut. Sesungguhnya kejadian yang menimpah Thomas Alva Edison atas kebakaran laboratorium itu adalah sebagian ujian dari Tuhan.
Satu lagi contoh penderitaan yang terjadi di Indonesia penderitaan yang dialami oleh korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal dan harta, karena telah terendam oleh lumpur. Desa yang dulu didiami oleh ratusan jiwa, sekarang semuanya hilang, terendam oleh lumpur. Betapa sulitnya hidup mereka saat ini. Hidup di pengungsian dan menunggu uluran para dermawan. Kita tak kan pernah tahu kapan penderitaan itu akan berakhir.
Cara membebaskan diri dari penderitaan pada lumpur lapindo tersebur adalah dengan melakukan perjuangan untuk bebas dari penderitaan. Berjuang melawan penderitaan untuk meneruska kelangsungan hidup dengan cara pindah dari kawasan lapindo. Kita hidup tidak boleh pesimis karena kita harus yakin, optimis, bahwa kita bisa berjuang melawan penderitaan. Manusia memiliki akal pikiran, akal pikiran tersebut yang harus digunakan dalam perjuangan melawan penderitaan dan mencari jalan untuk keluar dari penderitaan untuk kelangsungan hidup kita kedepannya.
Dari kedua contoh tesebut, hendaknya kita selalu berusaha untuk menikmati penderitaan itu, karena penderitaan adalah permulaan dari kebahagiaan, selalu berdoa kepada Tuhan dan berusahalah agar penderitaan itu menjadi kebahagiaan. Karena tuhanlah yang member semua ujian tersebut dan tuhan tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan umatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar